Articles by "forex-education"
Showing posts with label forex-education. Show all posts
Money Management Menggunakan Strategi Sell Stop Atau Buy Stop(Hedging)

Money Management menggunakan strategi Sell Stop Atau Buy Stop identik dengan Money Management menggunakan Strategi Stop Loss(S/L). Yang membedakan adalah  menggunakan Stop Loss(S/L), posisi open yang ada saat itu akan terclosed/terlikuidasi bila menyentuh Stop Loss(S/L) tersebut. Sedangkan menggunakan Sell Stop atau Buy Stop, posisi yang ada akan terkunci/ter-locking/ter-Hedging bila menyentuh Sell Stop atau Buy Stop tersebut, namun posisi tersebut masih open/terbuka dan belum final(masih floating), akan tetapi pergerakan harga market sudah tidak mempengaruhi posisi yang masih open tersebut karena sudah terkunci(Hedging Position). 

FxMax akan memberikan contoh ilustrasi gambar untuk mempermudah pemahaman dan penghitungan Balance dan Equity pada kondisi Hedging, seperti di bawah ini.

Money Management Menggunakan Strategi Sell Stop Atau Buy Stop(Hedging)

Keterangan Gambar di atas:

Gambar di atas merupakan suatu cerita trading forex jangka pendek yang berkesinambungan pada mata uang GBPNZD. Di contohkan dana anda ada $100, maka pada akun mt4 anda akan tercatat sebagai berikut: Balance $100 Equity $100

Case A(warna kuning)

1. Dalam gambar, mula2 anda Buy new 0.01 Lot GBPNZD @ 1.8985,0 dikarenakan anda menganalisa bahwa harga akan tertahan oleh Support Line @ 1.8964,7. 

2. Dalam analisa anda bahwa bila market price turun terus menembus Support Line @ 1.8964,7 maka harga akan turun lebih jauh lagi ke bawah. Oleh karena itu anda memasang pending order Sell Stop 0.01 Lot @ 1.8955,0 sebagai langkah pengaman untuk mengurangi resiko.

3. Ternyata sesuai analisa/prediksi anda, harga tidak mampu menembus Support Line @ 1.8964,7 dan kembali naik. Lalu anda melakukan Take Profit(T/P) @ 1.9085,0 dikarenakan harga sudah mendekati Resistant Line @ 1.9123,9 dan anda menganalisa bahwa harga market tidak akan menembus Resistant tersebut.

Hasil dari Case A :
Posisi Buy new 0.01 Lot @ 1.8985,0 naik ke 1.9085,0 = 100 point x $0.1 = $10(profit). Balance : $100 + $10 = $110 ; Equity : $100 + $10 = $110

Case B(warna aqua)

1. Setelah (T/P) pada case A, harga market ternyata naik mendekati Resistant Line @ 1.9123,9. Anda menganalisa bahwa market belum sanggup untuk menembus Resistant Line tersebut dan mengambil keputusan untuk Sell New 0.01 Lot @ 1.9100,0.

2. Namun karena tidak ada segala sesuatu yang pasti di market forex, anda tetap berhati-hati dengan memasang pending order Buy Stop 0.01 Lot @ 1.9140,0 sebagai pengaman bila harga market tidak sesuai prediksi dan menembus Resistant Line @ 1.9123,9.

3. Ternyata harga market bergerak sesuai dengan prediksi anda dan anda memutuskan untuk mengambil profit(T/P) pada 1.9000,0 dengan asumsi market sideways.

Hasil Dari Case B :
Posisi Sell new 0.01 Lot @ 1.9100,0 turun ke 1.9000,0 = 100 point x $0.1 = $10(profit). Balance : $110 + $10 = $120 ; Equity = $110 + $10 = $120

Case C(warna magenta)

1. Ternyata setelah posisi pada Case B anda closed, harga sesuai asumsi anda yaitu sideway dan lagi-lagi tidak menembus Support Line @ 1.8964,7 dan naik lagi ke atas namun anda tidak masuk posisi lagi. Sampai akhirnya harga mendekati Resistant Line @ 1.9123,9, anda mengambil keputusan untuk sell new 0.01 Lot @ 1.9100,0 dengan asumsi harga market tidak akan menembus Resistant Line tersebut.

1,5. Tentu saja untuk berjaga-jaga anda menempatkan pending order Buy Stop 0.01 Lot @ 1.9140,0. Dan ternyata Resistant Line @ 1.9123,9 akhirnya ditembus dan mengenai pending order Buy Stop anda. Posisi anda menjadi terkunci/ter-locking(hedging) dengan kondisi Sell  new 0.01 Lot @ 1.9100,0 dan buy new 0.01 Lot @ 1.9140,0(Locking Loss 40 point). Kondisi Balance : $120(masih tetap karena belum ada posisi yang terlikuidasi) ; Equity : $116(kondisi ini di karenakan anda locking loss 40 point x $0.1 = $4)

2. Sesuai dugaan anda, begitu harga market menembus Resistant Line @ 1.9123,9, harga naik dengan kencang dan tertahan di Resistant Line @ 1.9252,1. Anda melihat peluang untuk koreksi ke bawah, lalu anda mengambil keputusan untuk close posisi Buy new 0.01 Lot @ 1.9140,0 anda di harga 1.9230(penutupan posisi tersebut anda profit 90 point x $0.1 = $9( dengan penutupan posisi Buy new tersebut maka sell new 0.01 lot @ 1.9100,0 anda menjadi aktif kembali). Kondisi Balance : $120 + $9 = $129(profit yang terjadi sudah di catat di balance, namun nilai dana anda yang sebenarnya terdapat pada equity karena masih ada posisi floating) ; Equity : $116(equity tidak berubah karena seiring posisi Buy new 0.01 Lot @ 1.91410,0(closed with sell lq 1.9230,0) profit 90 point, posisi sell new 0.01 Lot @ 1.9100(pada harga 1.9230,0) floating loss 130 point, yang dimana bila di hitung 130 point - 90 point = 40 point(kondisi locking loss sebelumnya). 

3. Setelah anda closed posisi buy 0.01 Lot @ 1.9140,0 anda, posisi anda yang teropen sisa Sell new @ 1.9100,0 dimana di harga 1.9230,0 anda mengalami floating loss 130 point(actual loss hanya 40 point karena anda mendapatkan profit 90 point dari buy new @ 1.9140,0). Kemudian karena jarak posisi anda floating 130 point, anda memutuskan untuk menggunakan strategi averaging dengan menambah posisi Sell New 0.01 Lot @ 1.9230,0.  Jadi posisi terakhir yang anda miliki adalah 1. posisi Sell New @ 1.9100,0 dan 2. posisi Sell New @ 1.9230,0.

4. Kembali lagi pada bahwa tidak ada yang pasti dalam trading forex, anda memasang pending order Buy Stop 0.02 Lot @ 1.9265,0(Lot 0.02 karena ada 2 posisi sell new dan anda berencana untuk hedging 2 posisi tersebut apabila Resistant Line @ 1.9252,1 di break), dengan asumsi bila Resistant Line @ 1.9252,1 ditembus maka harga akan naik kembali dan untuk membatasi kerugian anda menggunakan Buy Stop.
5. Ternyata harga market turun ke 1.9090,0 dan anda melikuidasi 2 posisi tersebut di harga 1.9090,0. Posisi Sell New 0.01 Lot @ 1.9100 ditutup dengan harga 1.9090,0 = 10 point x 0.01 Lot = $1. Posisi Sell New 0.01 Lot @ 1.9230,0 ditutup dengan harga 1.9090,0 = 140 point x $0.1 = $14. Kondisi Balance : $129 + $1 + $14 = $144 ; Equity: $116 + $14 + $14(posisi floating(sell new 0.01 lot @1.9100,0) dari 1.9230 ke 1.9090 = 140 point x $0.1 = $14) = $144. Hasil akhir Balance : $144 ; Equity : $144.





Money Management menggunakan Stop Loss(S/L)


Seperti yang FxMax kemukakan sebelumnya bahwa money management bukan berarti menggunakan satuan lot kecil dalam bertransaksi sesuai margin saja, akan tetapi bisa dengan cara "terencana". Terencana disini mempunyai arti anda dapat menggunakan satuan lot yang besar dalam bertransaksi namun di dibatasi dengan Stop Loss(S/L) di level tertentu(Candlestick pattern, Support Level, Resistant Level, Equidistant Channel Level Dan Data Statistik). Bisa juga menggunakan lot kecil dalam bertransaksi namun terus di averaging setiap penurunan beberapa point namun dibatasi dengan Stop Loss di level tertentu. 

Penggunaan Averaging dalam range yang dekat dalam kuantitas banyak atau menggunakan satuan lot besar tanpa menggunakan Stop Loss(S/L) akan sangat beresiko terjadinya kerugian yang besar atau kerugian total. Hal ini berarti tidak adanya money management dalam trading dan membuat resiko kerugian semakin tinggi. Secara sadar sebelum live trading, kita akan melihat Money Management sebagai sesuatu matematika simpel yang semua orang juga paham. Namun bila anda sudah trading secara live, anda secara psikologi sudah tidak akan sesehat seperti sebelum menghadapi live trading. Oleh karena itu FxMax menyarankan anda untuk melakukan perencanaan Money Management tertulis sebelum trading, karena begitu terjun langsung dalam live trading kebanyakan orang akan lupa akan perencanaan dan money managementnya yang bisa disebabkan banyak faktor seperti menganggap enteng karena pergerakan market yang lambat, "panas"(trading membabi buta), terlalu yakin dengan analisa trading yang dimiliki sehingga mengambil lot besar-besaran tanpa menggunakan Stop Loss.

Di bawah ini FxMax akan memberikan contoh gambar money management menggunakan lot transaksi yang lebih besar dari yang seharusnya dari margin/dana yang ada.

Money Management menggunakan Stop Loss(S/L)

Note: 

Time Frame H1 = 1 bar candlestick memberikan informasi harga open, high, low, close yang terjadi dalam 1 jam.

Seperti yang anda liat pada gambar dan deskripsi gambar, kondisi di atas bisa FxMax simpulkan sebagai satu money management dan tentu saja hal ini tergantung dari sudut pandang anda melihat, karena manusia mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda. 

Harus diketahui, kondisi di atas merupakan contoh trading yang sukses karena trading tersebut berhasil profit tanpa menyentuh Stop Loss yang sudah dianggarkan, namun pada live trading, tidak selalu analisa anda benar, jadi anda harus mengetahui bahwa ada batasan dan resiko atas penggunaan teknik trading seperti di atas. 

Di atas di contohkan margin anda sebesar $1000 dan Stop Loss yang dianggarkan sekali trading dengan 0.1 Lot = +/- $50. Hal ini berarti $1000 : $50 = 20. Artinya anda hanya mempunyai kesempatan trading dengan cara di atas sebanyak 20 kali apabila Stop Loss anda terus-menerus kena. 


Selanjutnya FxMax akan memberikan contoh gambar Money Management menggunakan Averaging dengan Lot kecil namun dengan kuantitas banyak yakni averaging setiap 20 point penurunan.


Money Management menggunakan Stop Loss(S/L)


Note: 

Time Frame H1 = 1 bar candlestick menberikan informasi harga open, high, low, close yang terjadi dalam 1 jam

FxMax memegang pedoman bahwa semua hal relatif adanya, semua kembali pada sudut pandang anda. Ada sebagian yang melihat cara di atas sebagai suatu peluang untuk profit dan ada sebagian yang melihat cara di atas beresiko.  Tidak ada suatu kebenaran mutlak di dunia ini, begitu pula dalam trading Forex. Bijaksanalah dengan pilihan anda. Semoga bermanfaat.






Money Management Dengan Strategy Averaging

Selanjutnya FxMax akan memberikan contoh gambar Money Management trading menggunakan Averaging(Averaging yang dimaksud dalam artian kondisi menambah posisi transaksi pada level tertentu yang merupakan salah satu strategy dalam trading forex dimana bertujuan mendapatkan profit. Averaging biasanya dilakukan dengan kondisi membeli lagi di harga yang lebih rendah atau menjual lagi di harga yang lebih tinggi. 

Tentu saja menggunakan Averaging mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tanpa perencanaan dan Money Management yang baik, Averaging bisa menjadi malapetaka. Di bawah ini FxMax akan memperlihatkan strategy Averaging di setiap +/- 5000 point beserta Money Managementnya. Time Frame yang dipakai masih sama seperti pada artikel money management yang sebelumnya(TF=1 Month) untuk memperlihatkan beda dana yang diperlukan untuk transaksi tanpa Averaging dan menggunakan Averaging.

Money Management Dengan Strategy Averaging

Note: 


Gambar di atas merupakan contoh floating loss.


Seperti yang dapat anda liat pada gambar di atas, penggunaan Averaging pada trading anda membutuhkan dana yang jauh lebih besar dibanding tanpa Averaging. Namun tanpa penggunaan strategi Averaging, anda hanya menahan floating loss tanpa ada "perlawanan". 


Penggunaan Averaging memang membutuhkan dana lebih besar dibanding tidak menggunakan Averaging, tapi coba anda bayangkan kalau harga mulai naik dan tidak ada posisi Averaging di harga rendah, itu berarti anda hanya menunggu posisi 1 anda untuk BEP(Break Event Point) dan potensi profit hanya mengandalkan posisi 1 tersebut yang jaraknya sangat jauh dari posisi saat ini. 


Dengan penggunaan Averaging anda bisa mencapai BEP(Break Event Point) di posisi ke-3 dimana di posisi ke-3 tersebut kondisinya : posisi ke-5 profit 10000 point + posisi ke-4 profit 5000 point + posisi ke-3 profit 0 + posisi ke-2 loss 5000 point + posisi ke-1 loss 10000 point = Total 0/ BEP(Break Event Point). Contoh gambar seperti di bawah ini:

Money Management Dengan Strategy Averaging

Tentunya jika harga bergerak naik kembali ke posisi ke-1 maka kondisi posisi trading anda akan profit seluruhnya.

Ada juga teknik averaging yang menggunakan Lot bertingkat dimana semakin turun atau naik harga market, Lot Averaging semakin membesar. Pada Averaging Lot bertingkat, posisi ke-1 menggunakan 0.01 Lot, posisi ke-2 akan menggunakan 0.02 Lot, posisi ke-3 akan menggunakan 0.03 Lot, posisi ke-4 akan menggunakan 0.04 Lot dan posisi ke-5 akan menggunakan 0.05 Lot. 

Penggunaan Averanging Lot bertingkat akan membutuhkan dana yang lebih besar lagi dari Averaging normal. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini.


Money Management Dengan Strategy Averaging


Seperti yang dapat anda liat pada gambar di atas, penggunaan Averanging bertingkat sangat membutuhkan dana yang besar walau dengan permulaan Lot yang kecil. Oleh karena itu FxMax menyarankan anda menghitung dengan baik money management, perencanaan Averaging, dan benar2 menganalisa Data Statistik suatu market yang ingin anda tradingkan. 

Contoh gambar di atas merupakan gambaran sederhana tentang money management menggunakan strategi Averaging, tentunya trading forex tidak sesederhana itu, masih banyak perencanaan, strategi, analisa data statistik, money management yang harus di kombinasikan sehingga bisa menghasilkan profit. Dan juga tergantung di time frame berapa kita akan bertransaksi, semua variable statistik dan analisa masing2 time frame berbeda.

Bila anda seorang pemula yang belum bisa menganalisa market secara lebih akurat, averaging area berdasarkan variable statistik bisa digunakan untuk menghasilkan profit dengan catatan, yaitu benar2 memperhatikan money management berdasarkan variable statistik market yang dituju. 

Pengambilan keputusan posisi awal dan Averaging yang lebih rumit di level tertentu bisa didasarkan pada Candlestick pattern, Support, Resistant, Equidistant Channel dan Data Statistik. Untuk hal tersebut, FxMax akan membahasnya pada sistem trading mirror  system advanced.

Money Management

Menurut FxMax, money management merupakan salah satu hal yang terpenting dalam trading forex. Tanpa perencanaan dan pengetahuan money management yang baik, trading tidak akan berjalan dengan baik. Money management yang baik dan terencana bukan berarti anda wajib transaksi lot kecil sesuai margin anda dalam bertransaksi, tetapi terencana. Terencana disini artinya anda dapat menggunakan satuan lot transaksi yang besar namun menggunakan Stop Loss(S/L) untuk membatasi kerugian dalam hal ini terencana. Kesalahan terbesar trader yaitu melakukan trading tanpa perencanaan money management dan perencanaan trading berdasarkan data statistik yang tepat yang berujung pada total loss. 

Trading forex merupakan satu cerita yang panjang dimana pergerakan harga dapat bergerak kemana saja dalam cerita tersebut. Karena itu anda memerlukan satu perencanaan money management yang tepat sesuai dengan kemampuan dana anda agar cerita trading anda dapat tetap berkelanjutan dan berujung pada profit yang berkesinambungan. 

Fxmax berpandangan, tidak ada sesuatu yang pasti dalam trading forex dikarenakan harga market yang random, pattern yang random, variable statistik yang  random, dan lain sebagainya. Oleh karena itu Fxmax menyarankan agar anda selalu menempatkan pandangan anda pada "tidak ada sesuatu yang pasti". Karena keyakinan yang terlalu tinggi pada analisa anda bisa membawa anda pada kehancuran nantinya. Perencanaan, strategi, Analisa Data Statistik dan money management yang tepat lebih menjamin kesuksesan trading anda. 

Untuk lebih memahami Money Management, selanjutnya FxMax akan memberikan penjelasan beserta gambar. Pair yang akan di contohkan yaitu GBPNZD karena saat ini GBPNZD yang menurut FxMax masih menggairahkan/fluktuatif.

Money Management

Gambar di atas merupakan contoh chart Time Frame 1 month GBPNZD dari sekitar tahun 2000 bulan 10 sampai dengan tahun 2018 bulan 2. Anda tidak akan bertransaksi long-term seperti gambar di atas, namun sangat penting untuk mengetahui sejarah pergerakan harga satu mata uang yang akan kita transaksikan. Gambar di atas memperlihatkan suatu kondisi di mana anda hanya melakukan 1 transaksi saja, menahan posisi tersebut, dan membutuhkan dana $2056.47(floating Loss) untuk menahan satu posisi Buy 0.01 Lot GBPNZD @ 3.7216,8 sampai di titik terendah @ 1.6652,1. Tentu saja dengan memperbesar Lot atau pun Averaging akan membutuhkan dana yang lebih besar.


Ilustrasi di atas hanya memperlihatkan dana yang dibutuhkan bila kondisi di atas terjadi dan tentu saja pair mata uang lain mempunyai data statistik yang berbeda, namun pada live trading forex sebenarnya kita tidak akan trading dengan time frame yang terlalu panjang dan tanpa perencanaan, strategi, analisa data statistik dan money management yang tepat.

Data-data Fundamental Yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Market


Data-data Fundamental Yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Market

Analisis fundamental menganggap bahwa strategi analisis, manajemen, produk, statistic financial dan segala hal yang terkait dengan informasi financial mempengaruhi pengambilan keputusan investasi. Lebih dari itu para fundamentalis melihat harga suatu forex(valas)/saham index lebih ditekankan pada sebab-sebab apa saja yang mengakibatkan suatu harga forex(valas)/saham index mengalami pergerakan naik atau turun dalam suatu range(batasan) harga tertentu. Faktor-faktor yang digunakan oleh para fundamentalis antara lain:

All Industries Index
Indeks ini menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah di-adjust (disesuaikan) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.

ABC Consumer Confidence
Adalah survey kepercayaan konsumen yang dirilis oleh lembaga riset swasta Redbook Research. Dengan skala rating berkisar mulai dari -100 hingga +100, survey ini memiliki fungsi yang sama dengan survey-survey kepercayaan konsumen lainnya.

Average Hourly Earnings
Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.

Business Inventories
Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.

Business Confidence
Indeks kepercayaan bisnis yang dirilis per bulan ini menunjukkan bagaimana para pengusaha dalam mengevaluasi kondisi ekonomi dan politik saat ini dan bagaimana mereka memperkirakan prospek perekonomian dalam jangka 6 bulan ke depan.

TICS / Foreign Purchases of US Securities
Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.

CBI Survey
Organisasi pengusaha terbesar di Inggris, memfokuskan pada menciptakan mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI menerbitkan survei tiap bulan dan empat bulan sekali terhadap penilaian pada sektor jasa dan manufaktur masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukan pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga, investasi, dan permintaan ekspor/impor.

Challenger Layoffs
Adalah laporan bulanan mengenai jumlah pemotongan kerja yang diumumkan perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, semakin kecil angka Challenger Layoffs, berarti semakin banyak penduduk yang bekerja. Pekerjaan berarti penghasilan, dan tingkat penghasilan berhubungan erat dengan tingkat konsumsi yang merupakan pelumas bagi roda perekonomian. Singkatnya, semakin kecil angka Challenger Layoffs, semakin sehat perekonomian.

Chicago PMI (Purchasing Managers’ Index)
Merupakan data PMI dari kawasan Chicago dan sekitarnya. Lingkup survey meliputi baik sektor indusri, maupun sektor non-industri (yang jarang disadari oleh para pelaku pasar). PMI sendiri merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti sektor bisnis mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur aktivitas produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

Coincident Indicator
Adalah salah satu data penting yang menunjukkan kondisi perokonomian terkini, karena berhubungan erat dengan siklus bisnis.

Consumer Confidence
Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.

Construction Spending
Pengeluaran konstruksi mengukur nilai konstruksi selama bulan tertentu.

Consumer Price Index (CPI)
Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.

C S P I
Adalah kependekan dari Corporate Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga dari sektor jasa.

Current Account
Adalah selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan. Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.

Durable Goods Orders
Adalah data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).

Existing Home Sales
Adalah sebuah laporan regional mengenai aktivitas penjualan kembali rumah bekas tinggal. Sangat berguna untuk mengetahui kondisi konsumen saat ini karena konsumen tentunya hanya akan membeli rumah jika merasa “aman” dengan kondisi keuangannya.

Export/ Import Prices
Meski tidak termasuk data penggerak utama market, harga-harga ekspor/impor juga berguna untuk mengindikasi tekanan inflasi dari perubahan kurs mata uang.
Sebagai contoh, saat dollar menguat, harga-harga impor cenderung tertekan turun. Jika sebuah produk Jepang berharga 500 yen dan kurs saat itu satu dollar sama dengan 100 yen, harga produk tersebut dalam dollar sama dengan $5. Jika dollar menguat ke level 120 terhadap yen, maka harga produk tersebut akan turun menjadi $4.17. Meski demikian, saat dollar menguat, daya saing ekspor Amerika juga akan berkurang dan karenanya harga-harga ekpor juga akan tertekan turun karenanya.
Para pakar ekonomi cenderung lebih memperhatikan data harga-harga impor yang tidak menghitung komponen minyak (Import Prices – Excl. Oil) dan harga-harga ekspor yang tidak menghitung sektor pertanian (Export Prices – Excl. Agricultural). Kedua komponen tersebut dinilai terlalu fluktuatif, mudah naik atau turun tanpa ada hubungannya dengan kurs.

Factory Orders
Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.
Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.

Federal Open Market Committee (FOMC)
Adalah lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat ini diketuai oleh Janet Yellen saat ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tidak ada perubahan dalam kebijakan moneter.

FOMC Minutes
Adalah pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu kebijakan moneter Amerika ini sebelumnya.

Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

Help-wanted Index
Adalah indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 50 lebih surat kabar yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Gubernur Federal Reserve sebelumnya, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan kondisi bursa tenaga kerja di AS saat ini.

H I C P
Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (Bank Sentral Eropa).

Housing Starts & Building Permits
Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah.
Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian.
Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.

Housing Starts
Indikator ekonomi ini menghitung jumlah rumah baru yang dibangun dalam per bulannya. Sebagian besar data surveinya didapat dari aplikasi dan ijin yang diajukan untuk membangun rumah.
Indikator yang satu ini biasanya bukan merupakan salah satu penggerak utama market. Namun, karena dapat mendeteksi tren perekonomian, data Housing Starts dianggap sebagai salah satu indikator penting. Penurunan pada Housing Starts menunjukkan melambatnya perekonomian.

IFO Survey
Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.

Industrial Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

Industrial Production & Manufacturing Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

Industrial Production & Capacity Utilization
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Sementara Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun sejalan dengan siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini. Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan market kurang mempercayai tingkat akurasinya
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

Institute for Supply Management (ISM) Index
Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002.
Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain.
Survei ini dikenal dengan keakuratan timeliness (jangka waktu) nya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan kekuatan demand (permintaan).
Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve.
Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.

Leading Indicators
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.

M4 - Money Supply
Adalah data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari:
• Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
• Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
• Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80’an.

Net Capital Flows (TICS Data)
Adalah data yang menghitung selisih bersih dari total dana/modal yang masuk dan keluar.

New York Empire State Manufacturing Index
Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di area New York dan sekitarnya oleh Federal Reserve New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.

Non-farm Payrolls
Jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.

Personal Consumption Expenditures – PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

Personal Consumption/Spending
Adalah indikasi dari jumlah yang dibelanjakan untuk barang dan jasa dalam suatu periode waktu (bulan) tertentu.

Personal Income
Adalah data yang dihtung dari komponen gaji dan upah dari data Non-Farm Payrolls.

Philadelphia Fed Index (Business Outlook Survey)
Adalah survey bulanan terhadap para industriawan di kawasan sekitar negara bagian Pennsylvania, New Jersey dan Delaware. Perusahaan yang disurvey mengindikasikan perubahan pada seluruh aktivitas bisnis dan berbagai macam aktivitas perindustrian mereka. Yang ditanyakan meliputi tenaga kerja, jam kerja, pesanan-pesanan, persediaan barang, pengiriman, pembayaran-pembayaran dan penerimaan-penerimaan. Angka indeks di atas nol berarti ekspansi, dan kontraksi jika di bawah nol.
Data ini dianggap sebagai indikator perubahan yang bagus dalam segala hal yang berhubungan dengan industri. Dinilai akurat karena menggambarkan kondisi terkini. Namun, karena hanya mencakup tiga negara bagian, kurang bisa menggambarkan kondisi negara secara keseluruhan.

Producer Price Index (PPI)
Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual.
Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.

Productivity
Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Pentingnya produktivitas telah berkembang beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve telah mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tingkat inflasi.

PSNCR - Public Sector Net Cash Requirement
Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.

Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

Real GDP
Para pakar makroekonomi cenderung lebih memperhatikan Real GDP sebab data ini juga memperhitungkan tingkat inflasi, tidak sebagaimana halnya (Nominal) GDP yang hanya merefleksikan tingkat perubahan harga-harga.

Retail Sales
Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.

RICS Housing Market Survey
Adalah laporan bulanan tentang bursa perumahan di Inggris dan Wales. Datanya didapat dari kontribusi para surveyor 10 kawasan seluruh negeri, dan meliputi analisa aktivitas, perubahan harga dan tingkat transaksi.
RICS sendiri adalah kependekan dari The Royal Institution of Chartered Surveyors. Merupakan suatu lembaga riset independen terbesar di bidang properti dan konstruksi di Inggris.

Tertiary Index
Adalah data yang menghitung tingkat permintaan sektor jasa.

Trade Balance
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).

Trade Balance & Current Account
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
Sedangkan Current Account adalah jumlah dari Trade Balance ditambah dengan pendapatan bersih dari luar negeri.
Trade Balance atau Current Account dapat dipandang dari dua sisi: sebagai selisih ekspor dan impor, maupun sebagai kurang lebih selisih dari tingkat tabungan nasional dan tingkat investasi nasional. Jeleknya data ini secara umum diartikan sebagai berkurangnya tingkat persaingan negara tersebut. Namun, jeleknya data ini juga dapat diartikan sebagai kuatnya perekonomian, jika jeleknya data tersebut dikarenakan tingkat investasi nasional tumbuh lebih pesat daripada tingkat tabungannya.

Unemployment/Jobless Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).

University of Michigan Consumer Sentiment Index
Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan.
Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang.
Data survey diambil dengan cara mengeposkan kuesioner ke 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yangmewakili, kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu (1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut, (2) rating kondisi usaha dalam enam bulan, (3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut, (4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan, dan (5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi.
Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.

Initial Claims
Definisi : Indeks pemerintah yang mencatat jumlah penduduk yang untuk pertama kalinya mengisi klaim tunjangan bagi pengangguran.
Guna : Para investor memanfaatkan rata-rata empat mingguan indikator ini untuk memprediksikan tren ketenagakerjaan. Perubahan sebesar 30.000 atau lebih menunjukkan perubahan yang substansial dalam pertumbuhan lapangan kerja. Semakin rendah angka indeks, semakin kuat kondisi ketenagakerjaan.
Sumber : The Employment and Training Administration of the Department of Labor.
JadwalRilis : Kamis, 08:30 ET (19:30 WIB summer, atau 20:30 WIB winter). Data untuk pekan yang berakhir Sabtu sebelumnya.
Frekuensi : Mingguan.
Revisi : Angka revisi pekan sebelumnya dirilis setiap Kamis, dan jarang berpengaruh signifikan bagi market.

Wholesale Inventories
• Bobot Data (dalam skala A-F): D minus .
• Sumber: Biro Sensus Departemen Perdagangan .
• Jadwal Rilis: 10:00 ET (21:00 WIB summer, atau 22:00 WIB winter) pada sekitar hari kerja ke lima setiap bulan (data untuk dua bulan sebelumnya).
Laporan Wholesale Inventories ini mencakup statistik persediaan dan penjualan dari tahapan kedua proses manufaktur. Meski demikian, data penjualan dalam laporan ini tidak menggambarkan secara jelas mengenai belanja per kapita sehingga karenanya tidak berpengaruh signifikan bagi market.
Wholesale Inventories kadang menunjukkan perubahan yang cukup tajam mengubah angka persediaan agregat (persediaan agregat adalah jumlah keseluruhan dari persediaan pada level manufaktur, grosir, dan ritel), yang mungkin berdampak pada proyeksi GDP. Jika demikian, Wholesale Inventories mungkin memicu reaksi kecil dari market. Namun, data ini lebih sering lewat begitu saja tanpa diperhatikan kecuali oleh para pakar ekonomi.

ZEW Current Situation dan Economic Sentiment
Adalah hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.




Buy/Sell, New/Liquid(closed position) Position

Sebelum kita trading, kita harus mengetahui mekanisme dalam bertransaksi dalam forex. Ada beberapa hal yang harus diketahui, yaitu:

1. Buy New

Apabila kita menganalisa harga market(pair yang ingin di trade) akan naik, maka posisi yang diambil adalah buy, posisi baru tersebut dinamakan buy new(posisi beli baru). Posisi buy merupakan posisi beli yang berarti mengharapkan harga market(pair yang di trade) naek. Apabila setelah mengambil posisi buy, ternyata harga naik, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) profit/untung tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position), begitu pula sebaliknya apabila setelah mengambil posisi buy, ternyata harga turun, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) loss/rugi tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position).

2. Sell New

Apabila kita menganalisa harga market(pair yang ingin di trade) akan turun, maka posisi yang diambil adalah sell, posisi baru tersebut dinamakan sell new(posisi jual baru). Posisi sell merupakan posisi jual yang berarti mengharapkan harga market(pair yang di trade) turun. Apabila setelah mengambil posisi sell, ternyata harga turun, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) profit/untung tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position), begitu pula sebaliknya apabila setelah mengambil posisi buy, ternyata harga turun, maka posisi tersebut akan mengalami floating(mengambang) loss/rugi tetapi belum final apabila belum di liquid(closed position).

3. Buy/Sell Liquid

Setiap posisi trade buy/sell new akan diakhiri dengan penutupan posisi dengan buy/sell liquid. Untuk menutup posisi buy new dilakukan dengan melakukan sell liquid. Begitu juga untuk menutup posisi sell new dilakukan dengan melakukan sell liquid. Buy/Sell new, Buy/Sell liquid dilakukan secara manual pada jaman conventional yang dimana software trading belum populer. Pada jaman sekarang untuk posisi Buy/Sell Liquid(close position) sudah tidak dipergunakan lagi. Dengan perkembangan jaman, dalam software mt4 untuk menutup posisi buy/sell new, cukup dengan istilah close position tanpa diinformasikan lagi tentang buy/sell liquid.

Limit Order(Pending Order)

Limit Order(Pending Order) merupakan pemesanan harga yang belum terjadi. Limit Order bisa berupa:

1. Buy Limit

Buy Limit merupakan pemesanan limit order posisi Buy New yang ditempatkan di bawah harga market(pair yang di trade).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Buy Limit pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Buy Limit dipesan di 1.4000,0 di bawah harga market(pair yang di trade) pada 1.4024,6. Buy Limit tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) turun dan ask/buy price(harga beli) menyentuh Buy Limit tersebut.

2. Sell Limit

Sell Limit merupakan pemesanan limit order posisi Sell New yang ditempatkan di atas harga market(pair yang di trade).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Sell Limit pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Sell Limit dipesan di 1.4100,0 di atas harga market(pair yang di trade) pada 1.4018,2. Sell Limit tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) naik dan bid/sell price(harga jual) menyentuh Sell Limit tersebut.

Limit Buy/Sell Stop

1. Limit Buy Stop

Buy Stop merupakan pemesanan limit order posisi Buy New yang ditempatkan di atas harga market(pair yang di trade).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Limit Buy Stop pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Limit Buy Stop dipesan di harga1.4100,0 di atas harga market(pair yang di trade) pada 1.4078,4. Limit Buy Stop tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) naik dan ask/buy price(harga beli) menyentuh Buy Stop tersebut.

2. Limit Sell Stop

Sell Stop merupakan pemesanan limit order posisi Sell New yang ditempatkan di bawah harga market(pair yang di trade). 

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Contoh Limit Sell Stop pada pair GBPUSD dapat dilihat pada gambar di atas, dimana Limit Sell Stop dipesan di harga 1.4000,0 di bawah harga market(pair yang di trade) pada 1.4071,9. Limit Sell Stop tersebut akan aktif bila harga market(pair yang ditrade) turun dan bid/sell price(harga jual) menyentuh Limit Sell Stop tersebut.

Stop Loss And Taking Profit

1. Stop Loss(S/L) 

Stop Loss(S/L) merupakan Limit Order(pesanan harga) yang berbentuk Liquid Position/Close position untuk membatasi loss/rugi(loss/rugi yang dimaksud, yaitu dalam kondisi : pergerakan harga turun untuk buy; pergerakan harga naik untuk sell). 

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Stop Loss(S/L) posisi Buy New. Apabila harga market turun menyentuh bid/sell price(harga jual) Limit Stop Loss(S/L), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Stop Loss(S/L) posisi Sell New. Apabila harga market naik menyentuh ask/buy price(harga beli) Limit Stop Loss(S/L), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.

2. Taking Profit(T/P)

Taking Profit(T/P) merupakan Limit Order(pesanan harga) yang berbentuk Liquid position/Close position untuk menutup posisi yang sudah mendapatkan profit/untung(profit/untung yang dimaksud, yaitu dalam kondisi : pergerakan harga naik untuk buy; pergerakan harga turun untuk sell).

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Taking Profit(T/P) posisi Buy New. Apabila harga market naik menyentuh bid/sell price(harga jual) Limit Taking Profit(T/P), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.

Buy/Sell New/Liquid Position, Limit Order, Limit Buy/Sell Stop, Stop Loss And Taking Profit

Gambar di atas merupakan contoh Taking Profit(T/P) Sell New. Apabila harga market turun menyentuh ask/buy price(harga beli) Limit Taking Profit(T/P), maka posisi akan otomatis terlikuidasi/tertutup/ter-close otomatis.